Kebutuhan Hidup Layak Kota Bandung Diprediksi Naik 10 Persen

Tya Eka Yulianti - detikBandung

Selasa, 10/11/2009 19:03 WIB

Bandung - Wali Kota Bandung Dada Rosada belum mengetahui besaran KHL (Kebutuhan Hidup Layak) Kota Bandung yang mempengaruhi UMK (Upah Minimum Kota) yang akan diserahkan pada Pemprov Jabar. Namun menurut Dada, KHL Kota Bandung diprediksi naik sekitar 10 persen.

“Pastinya harus ditanyakan pada Disnaker, tapi kemungkinan naik sekitar 10 persen karena kita belum pernah mengalami penurunan,” ujar Dada kepada wartawan saat ditemui di Hotel Santika, Selasa (10/11/2009).

Menurut Dada, besarnya KHL akan menjadi salah satu indikator untuk penentuan UMK. Sementara hasil UMK sendiri, diperoleh dari tripartit yang terdiri dari pemerintah, buruh dan pengusaha.

“Saya juga tidak bisa menentukan sendiri tanpa minta pendapat dari pengusaha dan buruh,” tambahnya.

Menurut Dada, keinginan Pemkot Bandung sama dengan keinginan buruh yang menginginkan pendapatan meningkat. Namun peningkatan upah atau gaji tersebut menurut Dada dipengaruhi pula dengan potensi pengusaha itu sendiri.

“Kalau kita (Pemkot-red) dan buruh inginnya sama, tapi pengusahanya mampu tidak, itu harus dipikirkan juga,” jelas Dada.

Melihat hal tersebut dikatakan ada harus ada titik kesepakatan yang dapat diterima semua pihak. “Harus ada tawar menawar antara buruh dan pengusaha dulu,” sambungnya.

(tya/avi)

Tags: , , ,

This entry was posted on Wednesday, November 11th, 2009 at 1:03 pm and is filed under Media Clipings. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply