Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung - Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Timbul Butarbutar mengakui Rambu Pendahulu Penunjuk Jalan (RPPJ) masih minim. Dari jumlah ideal 300 RPPJ, saat ini Bandung baru memiliki 60 RPPJ.
“Kita akui RPPJ di Bandung masih kurang, hal itu karena kurangnya anggaran. Tahun ini kita baru akan menambah sebanyak 24 buah, empat dari APBD murni, dua puluh dari APBD perubahan,” kata Timbul saat ditemui di Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas, Selasa (27/10/2009).
Dana yang dibutuhkan untuk pengadaan satu RPPJ, menurut Timbul sebesar Rp 11 juta. “Apabila dana yang dimiliki Dishub besar, maka pengadaan RPPJ akan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Sementara itu, untuk keluhan banyaknya angkot yang menjadi penyebab kemacetan di Bandung, Timbul mengaku keberadaan Angkot masih dibutuhkan.
“Untuk atasi kemacetan, kita mulai dengan TMB. Sementara untuk angkot kita merasa masih butuh,” ujar Timbul.
Menurut dia angkot di Bandung, tak hanya berasal dari dalam kota, melainkan juga angkot dari luar Kota Bandung.
Dia mencontohkan dari Soreang Kabupaten Bandung, ada sebanyak 1.300 angkot yang mempunyai tujuan ke Bandung.
“Belum lagi dari Banjaran, Dayeuh Kolot, dan Cimahi yang punya dua arah menuju Leuwi Panjang dan Stasion,” jelas Timbul.
Saat ini jumlah angkot resmi yang tercatat di Dishub Kota Bandung ada 5.521 unit. Untuk mobil pribadi sebanyak 400 ribu, dan untuk motor 300 ribu.
(avi/ern)