
INILAH.COM, Bandung - Warga Kota Bandung, Jawa Barat, antusias menyaksikan parade seni dan musik tradisional yang digelar dalam Bandung Blossom 2009. Ini dalam rangka memeringati HUT ke-199 Kota Bandung. Meriah euy!
Sebelum melakukan pawai, para peserta parade yang berjumlah 6 ribu orang itu melakukan atraksi terlebih dahulu di hadapan Wali Kota Bandung Dada Rosada beserta jajarannya yang menyaksikan pergelaran tersebut di Balai Kota Bandung, Sabtu (24/10).
Di antara atraksi yang dilakukan para peserta, yaitu kesenian Kaulinan Barudak Lembur yang memainkan berbagai jenis permainan anak-anak khas negeri Pasundan Jawa Barat, pencak silat, barongsai dan juga tarian sister city.
Semua warga yang datang ke Balai Kota Bandung seakan tidak berkedip menyaksikan atraksi kesenian yang dilakukan oleh para peserta parade. Bahkan semakin siang warga yang memadati kawasan Merdeka semakin ramai.
Sementara itu, pergelaran Bandung Blossom 2009 akan diikuti oleh 6 ribu peserta parade yang meliputi parade kesenian tradisional, parade kendaraan hias yang akan berkeliling di sekitar Kota Bandung.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Di antara parade kesenian tradisional yang akan melakukan parade, adalah Karumba dari Saung Angklung Udjo, pencak silat, fashion show dan masih banyak lagi.
Parade kendaraan hias akan diikuti oleh beberapa kendaraan dinas setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
“Ini adalah pesta untuk rakyat, mari kita bersama-sama merayakan hari jadi ke-199 Kota Bandung,” kata Rosada.
Untuk mengamankan pergelaran tersebut sebanyak 700 personel dari Polwiltabes Bandung disiapkan untuk mengamankan kegiatan Bandung Blossom 2009 yang pembukaannya dilaksanakan di Balai Kota Bandung, Jalan Merdeka.
“Jumlah personel yang mengamankan acara tersebut sekitar 700 orang. Itu sudah termasuk pengamanan di sejumlah ruas jalan yang dilalui rute pawai kendaraan hias,” kata Kabag Ops Polwiltabes Bandung AKBP Soni P Handoko.
Soni menjelaskan, parade atau pawai terbagai dalam dua kategori yaitu kendaraan hias bermotor dan tidak bermotor. Untuk mobil dan motor hias dimulai di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, selanjutnya berakhir di Lapang Gasibu, Jalan Diponegoro.
“Sementara delman, becak dan sepeda hias akan start di Jalan Merdeka dan finish di Lapang Gasibu,” ujarnya. Soni mengimbau para pengemudi kendaraan untuk menghindari arah Jalan Merdeka, Jalan Aceh dan Jalan Wastukancana. [*/sss]