Berebut Trotoar di Kota Bandung

Posted by admin on November 15th, 2009 under Media Clipings Tags: , ,  •  No Comments

Pikiran Rakyat Online

Kapan terakhir kali menggunakan trotoar di Kota Bandung? Pertanyaan sederhana ini ditanggapi beragam oleh masyarakat.

“Sudah lama sekali tidak jalan kaki. Jalan kaki sekarang panas, mending naik motor saja. Lebih cepat sampai,” kata Aldi (17), mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Bandung.

“Saya sering jalan di trotoar, tapi malah capek. Naik turun, naik turun. Belum lagi banyak pedagang kaki lima, tiang listrik, pohon. Akhirnya ya kita juga yang mengalah,” kata Rahmat (18), mahasiswa di salah satu PTN di Kota Bandung.

“Memang ada trotoar yang enak dibuat jalan kaki di Bandung? Perasaan banyaknya yang lewat malah sepeda motor? Kalau jalan di trotoar jangan-jangan malah ditabrak sepeda motor. Sudah seringlah rebutan trotoar sama sepeda motor,” kata Ferli (28), karyawan swasta.

Ya, berjalan di trotoar terkadang justru terasa “salah”. Meski trotoar merupakan jalur khusus bagi pejalan kaki, sering kali pejalan kaki tergusur oleh sepeda motor yang naik ke trotoar.

“Habis jalanan sering macet, akhirnya pakai segala cara supaya bisa jalan. Kalau sudah kepepet ya lewat trotoar, tapi kan lewatnya kalau pas trotoarnya sepi,” kata Ramdani (22), warga Kota Bandung yang tinggal di Ujungberung.

Tidak seperti di luar negeri yang justru menghadirkan trotoar sebagai surga bagi pejalan kaki, kebanyakan kota di Indonesia kenyamanan pejalan kaki justru direnggut oleh kepentingan pengguna jalan yang lain. Read the rest of this entry »

Bandung loses legal battle over historic landmark

Posted by admin on November 12th, 2009 under Media Clipings Tags: , , , , ,  •  No Comments

Yuli Tri Suwarni ,  The Jakarta Post ,  Bandung   |  Sat, 10/17/2009 1:10 PM  |  Headlines

Bandung residents may no longer be able to play, exercise or hang out at Gasibu Square, one of the city’s landmarks, after the 18,000-square-meter park was wrenched from the control of the provincial administration.

The historic Gasibu, long a popular public space, is strategically located in the heart of Bandung, right under the nose of the West Java administration office building - the famous Gedung Sate building.

The Supreme Court ruled last month in favor of a group of people who proved they were the rightful owners of the land through inheritance, turning down the West Java administration’s claims that the square was public property.

Enny Haryani, head of the West Java law and human rights bureau, said Thursday the Sept. 15 ruling was a “slap in the face” of the administration that had managed the Gasibu Square since the 1950s. Read the rest of this entry »

Kebutuhan Hidup Layak Kota Bandung Diprediksi Naik 10 Persen

Posted by admin on November 11th, 2009 under Media Clipings Tags: , , ,  •  No Comments

Tya Eka Yulianti - detikBandung

Selasa, 10/11/2009 19:03 WIB

Bandung - Wali Kota Bandung Dada Rosada belum mengetahui besaran KHL (Kebutuhan Hidup Layak) Kota Bandung yang mempengaruhi UMK (Upah Minimum Kota) yang akan diserahkan pada Pemprov Jabar. Namun menurut Dada, KHL Kota Bandung diprediksi naik sekitar 10 persen.

“Pastinya harus ditanyakan pada Disnaker, tapi kemungkinan naik sekitar 10 persen karena kita belum pernah mengalami penurunan,” ujar Dada kepada wartawan saat ditemui di Hotel Santika, Selasa (10/11/2009).

Menurut Dada, besarnya KHL akan menjadi salah satu indikator untuk penentuan UMK. Sementara hasil UMK sendiri, diperoleh dari tripartit yang terdiri dari pemerintah, buruh dan pengusaha.

“Saya juga tidak bisa menentukan sendiri tanpa minta pendapat dari pengusaha dan buruh,” tambahnya.
Read the rest of this entry »

Jumlah Rambu Lalin di Bandung Jauh Dari Ideal

Posted by admin on October 27th, 2009 under Media Clipings Tags: , ,  •  No Comments

Tya Eka Yulianti - detikBandung

Bandung - Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Timbul Butarbutar mengakui Rambu Pendahulu Penunjuk Jalan (RPPJ) masih minim. Dari jumlah ideal 300 RPPJ, saat ini Bandung baru memiliki 60 RPPJ.

“Kita akui RPPJ di Bandung masih kurang, hal itu karena kurangnya anggaran. Tahun ini kita baru akan menambah sebanyak 24 buah, empat dari APBD murni, dua puluh dari APBD perubahan,” kata Timbul saat ditemui di Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas, Selasa (27/10/2009).

Dana yang dibutuhkan untuk pengadaan satu RPPJ, menurut Timbul sebesar Rp 11 juta. “Apabila dana yang dimiliki Dishub besar, maka pengadaan RPPJ akan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Read the rest of this entry »

Meriah Euy! Bandung Blossom 2009, Kado Ultah Kota Kembang

Posted by admin on October 24th, 2009 under Media Clipings Tags: , , ,  •  No Comments

INILAH.COM, Bandung - Warga Kota Bandung, Jawa Barat, antusias menyaksikan parade seni dan musik tradisional yang digelar dalam Bandung Blossom 2009. Ini dalam rangka memeringati HUT ke-199 Kota Bandung. Meriah euy!

Sebelum melakukan pawai, para peserta parade yang berjumlah 6 ribu orang itu melakukan atraksi terlebih dahulu di hadapan Wali Kota Bandung Dada Rosada beserta jajarannya yang menyaksikan pergelaran tersebut di Balai Kota Bandung, Sabtu (24/10).

Di antara atraksi yang dilakukan para peserta, yaitu kesenian Kaulinan Barudak Lembur yang memainkan berbagai jenis permainan anak-anak khas negeri Pasundan Jawa Barat, pencak silat, barongsai dan juga tarian sister city.

Semua warga yang datang ke Balai Kota Bandung seakan tidak berkedip menyaksikan atraksi kesenian yang dilakukan oleh para peserta parade. Bahkan semakin siang warga yang memadati kawasan Merdeka semakin ramai. Read the rest of this entry »

Preanger Bandung Gelar Pameran Jejak Karya Schoemaker

Posted by admin on October 15th, 2009 under Media Clipings Tags: , ,  •  No Comments

BANDUNG, KOMPAS.com- Grand Hotel Preanger Bandung mengadakan pameran foto berjudul “Jejak Karya Schoemaker di Bandung”. Pameran hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan The Humane City Foundation itu bertempat di Grand Hotel Preanger pada 12-24 Oktober 2009.

Assistant Public Relations Manager Grand Hotel Preanger, Nita Desirianti, di Bandung, Selasa (13/10), mengatakan, pameran menampilkan 25 panel dengan berbagai gambar bangunan bersejarah di Bandung karya CP Wolff Schoemaker.

Pameran itu juga merupakan nilai tambah bagi mereka yang menginap atau mengadakan rapat, sehingga dapat menambah aktivitas dan pengetahuan. Schoemaker adalah arsitek Belanda yang memiliki peran besar merancang rencana induk Kota Bandung.

Karyanya antara lain Gedung Asia Afrika, Aula Barat dan Timur ITB, Gedung PLN, Gereja Katedral Jalan Merdeka, dan Grand Hotel Preanger. Oleh karena itu, tamu Grand Hotel Preanger bisa merasakan kenyamanan bangunan bersejarah karya Schoemaker.

http://oase.kompas.com/read/xml/2009/10/13/22381838/preanger.bandung.gelar.pameran.jejak.karya.schoemaker..

Jejak Karya Schoemaker di Bandung

Posted by admin on October 15th, 2009 under Media Clipings Tags: , ,  •  No Comments

SEORANG pengunjung mengamati foto yang dipamerkan dalam pameran foto yang berjudul “Jejak Karya Schoemaker di Bandung”, di Grand Hotel Preanger, Jln. Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa (13/10). Pameran foto tersebut menampilkan gambar-gambar bangunan bersejarah karya Schoemaker, seorang arsitek Belanda dan guru besar arsitektur Technische Hogeschool Bandoeng (sekarang ITB), saat membangun Kota Bandung. Pameran yang berlangsung hingga Sabtu (24/10) mendatang tersebut, menampilkan gambar bangunan bersejarah karya arsitektur tersebut seperti Gedung Merdeka, Gereja Kathedral, Grand Hotel Preanger, dan bangunan yang menjadi ikon kota Bandung lainnya.* ADE BAYU INDRA/”PR”

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=103520

Menelusuri Jejak Karya Schoemaker; sang Arsitek Bandung

Posted by admin on October 15th, 2009 under Agenda, HCF Publication Tags: , , , ,  •  No Comments

http://www.itb.ac.id/news/2586.xhtml

Oleh: kania
Selasa, 22 - September - 2009, 12:51:33

Wolff SchoemakerBANDUNG, itb.ac.id- Selama puluhan tahun, C.P. Wolff Schoemaker telah meraih nama besar dalam pembangunan kota Bandung. Arsitek Belanda dan guru besar arsitektur Technische Hogeschool Bandoeng (sekarang ITB-red) ini memiliki peran besar dalam perancangan masterplan kota Bandung kuno. Sejumlah bangunan tercatat sebagai karyanya, diantaranya Villa Isola, Gedung Merdeka dan Villa Merah ITB. Napak tilas karya-karya Schoemaker di Bandung disajikan oleh Kumiko HOMMA, mahasiswi program magister Arsitektur dari Jepang, bekerjasama dengan sejumlah mahasiswa arsitektur ITB dan NGO The Humane City Foundation (HCF) dalam seminar Jejak Karya C.P. Wolff Schoemaker di Bandung.
Read the rest of this entry »

Exhibition: “Jejak Karya Schomaker di Bandung”, di Grand Hotel Preanger

Posted by admin on October 10th, 2009 under Agenda, HCF Publication Tags: ,  •  No Comments

Tanggal 12 - 24 Oktober 2009
Tempat : Lobby dan Gallery, Grand Hotel Preanger, Bandung-Jawa Barat

Menampilkan dokumentasi 25 poster berukuran 60×180cm karya-karya Wolff Schoemaker di Bandung seperti Villa Isola, Grand Hotel Preanger, Gedung Merdeka, Paleis Legercommandant (Kodam III Siliwangi), Jaarbeurs (Makodiklat) , Institut Pasteur (Biofarma), Lapas Sukamiskin, GEBEO (PLN), HBS (SMU 3 dan 5), Masjid Cipaganti, Gereja Katedral, dan lain-lain.

Acara ini didukung oleh The Humane City Foundation, Preanger Aerowisata, Grand Hotel Preanger

Minivan drivers protest Bandung busway

Posted by admin on October 10th, 2009 under Media Clipings Tags: , , , ,  •  No Comments

The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Thu, 09/24/2009 2:29 PM  |  National

Hundreds of Bandung’s public minivan drivers serving passengers on the Cicadas-Cibiru route went on strike again Thursday morning to protest against the new Trans Metro Bandung (TMB), which was launched on the same day.

The drivers parked their minivans near the TMB launching site in Cibiru and also in front of the local General Elections Commission (KPU).

Bandung administration had delayed the planned launch of the busway last year following violent protests by hundreds of bus drivers who claimed the TMB threatened their already dwindling income.

On Wednesday, Bandung deputy mayor, Ayi Vivanand said that the administration had spoken with local bus cooperatives and had reached a consensus on the launch.

East Bandung Police chief Martinus Sitompul told tempointeraktif.com that the protesting drivers were not aware of the consensus.

The police have deployed around 1,000 personnel to guard the launch.

Trans Metro Bandung is a proposed public transportation service similar to Jakarta’s TransJakarta busway. Trans Metro is scheduled to commence operation along Jl. Soekarno-Hatta, the Cibiru Circle and Cibeureum routes.